Minggu, 16 Juli 2023

SEPELE TAPI PENENTU KESELMATAN BERKENDARA, 7 TIPS PENTING RAWAT PENGEREMAN ABS SEPEDA MOTOR BARUMU

                Rem merupakan sistem yang berfungsi memperlambat laju kendaraan secara signifikan guna mengendalikan kecepatan kendaraan. Dalam kinerjanya, rem menggunakan metode gesekan untuk memperlambat laju roda. Dari sekian banyak fitur yang dikembangkan diperindustriann otomotif pengereman atau Breaking Sysytem adalah salah satu fitur yang selalau diperhatikan dan selalu di lakukan riset yang lebih lanjut agar selalu mendapat segala efisiensi dari sistem pengereman itu sendiri. Tak lain dan tak bukan salah satu faktor pengembangan fitur pengereman dikarenakan fitur ini jadi fitur keselematan yang penting bagi kendaraan bermotor ataupun mobil. Semakin kencang kendaraan semakin besar CC atau kubikasi kendaraan yang diciptakan harus bebrbanding lurus tetntunya dengan sistem pengereman yang pakem dan sempurna agar kendaran bisa berhenti dan mudah dikendaikan karena semkain besar power tentunya harus membutuhkan rem yang sempurna juga.

               Nah bro sis pasti sudah tau yang namnaya fitur baru yang bernama rem Anti-lock Braking System (ABS) yang kini sudah banyak di aplikasikan pada sepeda motor modern produksi massal. Bahkan peranti tersebut sudah disematkan pada skutik bermesin 125 cc sekalipun yang tergolong mesin yang tidak berkapasitas besar tapi fitur ini mulai di pasang di motor yang ber CC mungil sekalipun demi mendukung fitur pengereman yang lebih aman. Rem ABS memiliki fungsi utama untuk mencegah ban motor terkunci ketika pengendara melakukan pengereman keras atau mendadak. Rem ABS juga turut menjaga traksi serta daya cengkeram ban sehingga motor dapat tetap dikendalikan. Namun umumnya pada sepeda motor, penyematan fitur ABS hanya hadir pada varian teratas saja. Opsi yang dihadirkan oleh produsen pun berbeda-beda, ada yang ditanam pada ke-2 roda atau hanya di roda depan.

 

                                                               Yamaha LEXI ABS

 




                Dijelaskan oleh After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers Area Sumatera Selatan & Bengkulu, Muslian menjelaskan, cara kerja ABS adalah dengan mendeteksi sensor pada roda depan dan belakang. "Jika ada pengurangan kecepatan secara tiba-tiba karena pengereman mendadak, sistem ABS akan mengurangi tekanan pada sistem rem. Ini dapat mencegah kemungkinan roda terkunci dan pengendara dapat menjaga kestabilan atau keseimbangan motor," terangnya lewat keterangan resmi dikutip dari oto.com

               Agar performa rem ABS tetap bekerja secara normal tanpa kendala, menurut Muslian perlu melakukan perawatan yang benar dan tepat yang perlu ditangani bengkel mitra ataupun bisa juga dealer Yamaha yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Hal ini perlu dilakukan agar kinerja sistem sistem rem ABS tak mengalami malfungsi atau kerusakan parah sehingga mengakibatkan terganggunya sistem pengereman.

            Mungkin bro sis sering menganggap remeh sistem pengereman ABS ini tapi nyatanya dalam perawatan memang agak susah susah gampang dalam merawat sistem pengereman satu ini. Hal ini disebabkan pengereman ini di kendalikan sepenuhnya oleh otak elektronik motor atau yang bisa dikenal juga dengan ECU atau bisa disebutu juga dengan Electronic Control Unit.

Maka dari itu temen temen rider semua berikut kita akan kasih beberepa tips jitu agar kalian bisa memnatau dan bisa memperhatikan beberaa hal yang harus kalian lakukan dalam merawat dan menjaga sistem pengermenan ABS motor kalian tetap di perfooma terbaiknya

Di bawah ini adalah 7 tips jitu dalam hal perawatan rem ABS pada sepeda motor yang bisa kalian perhatikan ;

1. Melakukan pergantian rutin minyak rem sesuai dengan periode yang dianjurkan oleh buku petunjuk atau manual book kendaraan yang kalian milki. Tetapi ini tak menjadi patokan utama kalian yaa bro sis riderku, pergantian minyak rem juga harus diperhatikan jika kalian sering melakukan pengereman ketika perjalanan. Jadi intinya kalian harus sering mengecek kondisi minyak rem kalian sebelum bebepergian.

2. Untuk poin ke 2 ini melanjutkan dari poin pertama kalian sebagai pengendara yang cerdas harus selalu memeriksa kondisi rem kalian apakah terjadi kebocoran pada pengereman kalian atau tidak. Tentu hal ini akan sangat bahaya jika minyak rem kalian tiba tiba habis di perjalananan

3. Memeperhatikan proses bleeding (pembuangan angin pada sistem rem) pada saat pengisian atau penambahan minyak rem. Jika kalian belum tau apakah yang dimakasud dengan bleeding hendaknya kalian serahkan saja pada montir andalan kalian bro sis karena pada dasarnya sistem pengereman ABS menggunakan sistem kerja hydraulic jadi pergantian minyak rem tidak bisa dilakukan asal asalan.

4. Selalu amati lampu inidikator ABS kalian yang berada di speedometer kalian masing masing saat kuci kontak kalian pindah ke posisi ON. Jika lampu indikator kalian mati bisa dipastikan ada keruskana atau gangguan pada rem ABS kalian.

5. Selalu periksa kampas rem kalian tiap sudah menepuh jarak 3.000 Km sekali. Jika kondisi kampas rem kalian sudah mulai habis dan terkikis tingga plat besi nya saja itu tandanya ka pas kalian sudah aus dan harus segera mungkin diganti agar performa kalian bisa kembali ke performa yang optimal sebagiamana mestinya.

6. Setiap pergantian kampas rem tak lupa juga kalian harus perhatikan komponen yang menempel di sistem pengereman seperti caliper dan cakram. Jangan lupa untuk selalu membersihkan caliper dari kotoran seperti debu, minyak, atau kotoran yang menepel pada komponen agar pengereman tak seret dan pakem

7. Yang terakhir melakukan pengecekan rutin pada komponen selang rem. Jika pada motor kalian terjadi selang rem yang bocor, tertekuk, ataupun retak segera ganti komponen selang rem dengan komponen yang baru karena hal ini bisa fatal akibatnya